Home > weleh weleh > Life without TV, is it worthed or not??

Life without TV, is it worthed or not??


Hidup tanpa Televisi, mungkinkah?
Di tulis oleh Ronny FCH, pengamat masyarakat di bidang teknologi informasi

Masalah dan latar belakang masalah:
Penulis melihat kondisi masyarakat yang saat ini terkesan tercandu akan teknologi yang namanya televisi, beragam siaran dan aneka informasi yang diberikan dari televisi membuat para pemirsa nya betah di depan televisi. Penulis melihat kenyataan ini sebagai kemunduran bagi masyarakat di mana waktu yang dimiliki masyarakat seharusnya di mamfaatkan untuk waktu yang lebih berguna, misalnya melakukan pengawasan terhadap anak, melindungi dan meningkatkan pergaulan sosial di antara masyarakat. Akibat dari televisi ini adalah pola pikir masyarakat cenderung melemah, ikut alur akan televisi dan tidak memiliki daya khayal yang luas.

Tujuan Penulisan ini :
Menjadi pertimbangan bagi pembaca mengenai prilaku televisi, kenapa kita perlu televisi, untuk apa dan bagaimana. Dampak terhadap individualnya.

Bagaimana caranya :
Matikan televisi rumah anda, cabut kabel listriknya selama 7 hari kedepan, dan mencoba aktifitas lain selain menonton televisi.

Siapa yang bisa melakukannya :
Siapa saja, setiap individual, pelajar, karyawan, ibu rumah tangga. Tapi untuk karyawan televisi kami tidak menganjurkannya, berhubung mereka adalah karyawan televisi, mereka bekerja di televisi, bila mereka melakukan hal yang kami anjurkan bisa-bisa mereka akan mengalami masalah di kantor mereka.

Di mana saja bisa melakukan ini :
Di mana saja, di rumah, di sekolah, asal sesuai dengan norma-norma dan aturan yang berlaku di lokasi.

Fakta yang menarik mengenai hal ini:
• rata-rata 20 ribu anak menonton iklan komersial selama 30 detik dalam setahun
• 38.5 menit dalam seminggu orang tua mengajak anak berbicara dan berkomunikasi secara tepat dan benar.
• 1.850 menit dalam seminggu masing-masing anak menonton televisi
• 80% anak (6-17 tahun) yang memiliki televisi di kamarnya
• Rata-rata pelajar amerika menghabiskan waktu di sekolah sebanyak 900jam dalam setahun
• Rata-rata pelajar amerika menghabiskan waktu menonton tv sebanyak 1500jam dalam setahun

Hari tanpa televisi adalah hari di mana segenap golongan masyarakat menyadari dampak negatif dari menonton televisi yang terlalu sering, dan menggantikan televisi dengan kegiatan yang lebih bermamfaat, sehingga hidup lebih menghasilkan dan lebih berwarna melalui interaksi kepada sesama anggota masyarakat.

Televisi bersifat pasive kepada pemirsanya, yang berarti mengurangi aktifitas pemirsa, mengurangi produktifitas, dan mengurangi aktifitas sosial pemirsanya

Hari tanpa televisi berarti lebih memfokuskan kepada kehidupan individu, sehingga mereka tidak menjadi tercandu akan televisi, dan lebih memiliki aktifitas kepada kehidupan sosial.

Yang biasanya sering ditanyakan:

Q : Kenapa TV harus di matikan?? Lalu boleh tidak kalau hanya sehari saja?
A : Mematikan televisi selama 7 hari penuh berarti membantu individual menyadari bahwa hidup tanpa televisi bukanlah masalah, malah menyenangkan, karena individual akan menyadari bahwa waktu yang selama ini mereka sia-siakan di depan televisi tidak sebegitu berharganya daripada menggunakan waktu mereka lebih baik dengan melakukan aktifitas yang lebih menyenangkan, dan lebih menguntungkan. Kalau hanya mematikan TV sehari, sama saja tidak akan terlihat efeknya.

Q : Apakah TV itu jelek????? Mengajarkan hal yang tidak baik???? Lalu film dokumenter bagaimana???
A : Bukan ini maksud dari hari bebas TV. Televisi itu adalah media yang bersifat pasif, televisi menyebabkan penontonnya menjadi ketagihan, nonton lagi, nonton lagi, akibatnya mereka akan lupa waktu, lupa akan kegiatan yang harus mereka lakukan. Kalo film dokumenter, memang bagus, namun tidak perlu kan menonton tv dokumenter seharian penuh dalam seminggu….. bisa saja tonton sebulan 2 jam saja sudah cukup, atau kalau mau melihat hewan di alam liar, individual bisa melihat hewan di kebun binatang, atau bangun saja pagi-pagi, lihat ke depan halaman rumah, di sana banyak hewan seperti burung, semut,

Q : Lalu bagaimana kalau kita mau belajar lewat televisi?
A : Seperti yang sudah dijelaskan di point sebelumnya, menonton televisi tidak ada salahnya, apalagi kalau tujuannya untuk pembelajaran, namun tidak perlu lah menonton televisi sampai seharian, cukup sehari 2-3 jam saja itu sudah pantas.

Q : Kami sudah memiliki acara tv favorit, tolong jangan ganggu kami, ini adalah tv kami
A : Ingat, hari bebas tv adalah kerelaan anda, kami tidak akan memaksa anda, tapi bila anda memiliki waktu yang cukup untuk menonton tv, tolong renungkan kembali kata-kata kami ini : “apakah anda menyadari bahwa dengan berjam-jam anda menonton televisi, anda melewatkan begitu banyak hal dalam kehidupan anda, misalkan perkembangan anak anda, lingkungan rumah yang harus dibersihkan dan dirapikan, kehidupan sosial anda dengan saudara dan relasi anda, atau juga anda akan terlupa untuk belajar dan mengerjakan tugas kuliah sekolah bahkan kantor? Anda melewatkan semuanya dengan menonton televisi!!!!!”
Toh anda menghabiskan biaya listrik yang besar pula bila menyalakan televisi terlalu banyak.

Q : Jadi apakah kita semua harus punya planning dalam menghabiskan waktu?
A : Tidak perlu, memang ada beberapa orang yang memerlukan planning dalam hal ini, namun ada juga orang yang lebih senang bila tanpa perencanaan. Untuk sebagai startnya, anda bisa mulai mematikan setiap hari jumat, sabtu dan minggu, dan mengisi waktu tersebut dengan hal yang lebih menyenangkan dan lebih bermamfaat seperti memancing, berekreasi bersama keluarga, mengerjakan proyek dan tugas,

Q : Apa maksud dari hari bebas televisi? Apakah ini adalah suatu kampanye negatif dari Anda?
A : Bukan, ini bukan maksud kami, kami hanya ingin menganjurkan agar anda tidak terlalu tergantung kepada televisi, hidup akan terasa membosankan loh, bila anda sudah menyadari bahwa hidup tanpa televisi itu mungkin, bisa saja anda akan merasa senang dan meneruskan hal ini.

Q : Bagaimana cara yang tepat untuk menyakinkan orang-orang?
A : Buatlah kegiatan alternatif yang menyenangkan, adakan forum wicara mengenai hal ini, dampak negatif dan positif dari menonton tv, menggali informasi lebih dalam mengenai alternatif dari televisi,

Q : Saya butuh ketenangan dan keheningan pada saat saya pulang kerja. Televisi membantu saya agar saya tidak diganggu oleh anak-anak saya.

A : Well, memang benar ini membantu anda, namun tidak membantu perkembangan otak anak anda, cobalah anda memberikan sesuatu yang lebih mendidik kepada anak anda misalkan permainan puzzle atau sejenisnya yang bisa di mainkan anda bersama dengan anak anda.

Q : Lingkungan saya tidak aman!, lebih baik anak saya menonton TV daripada ikut pergaulan yang tidak baik.
A : Anda bisa melihat daftar kegiatan yang anda bisa lakukan dengan anak anda tanpa perlu televisi di lembar berikut. Bila lingkungan anda tidak nyaman seharusnya dari diri anda sendiri harus mau berpatisipasi membantu mengubah lingkungan tersebut.

Q : Kami tidak mampu dari segi biaya yang harus dikeluarkan sebagai pengganti kegiatan menonton TV
A : Banyak koq kegiatan yang murah meriah, misalkan jogging, mengunjungi museum, melihat pameran, kegiatan luar ini sangat menyehatkan baik rohani dan jasmani.

Q : Apa yang bisa dilakukan oleh anda bila anda tidak menonton TV
• Belajar, membaca buku dan membaca berita di koran dan majalah
• mendengarkan lagu dan berita di radio,
• belajar bermain musik, seperti gitar, piano
• mengikuti kegiatan-kegiatan sosial seperti donor darah
• bermain puzzle, kartu
• mengunjungi perpustakaan dan museum
• berjalan-jalan ke daerah pegunungan, atau ke pantai atau juga ke tempat rekreasi seperti kebon binatang
• melukis, Dan menyanyi, dan menari, ikut koor menyanyi
• berenang, jogging, berolahraga
• piknik, camping, memasak
• bermain dengan hewan peliharaan, mengurusi kebon dan tanaman
• menulis surat kepada saudara maupun teman
• membuat kerajinan tangan, menyulam, menjahit
• mengunjungi toko buku, belajar komputer
• memancing

Kesimpulan:
Jadi tolong pikirkan kembali apakah waktu yang anda miliki yang sedemikian berharganya mau ditukarkan dengan menonton siaran televisi?? Apakah anda mau menukarkan waktu berharga anda bersama keluarga demi menikmati tontonan siaran televisi. Kembali kepada anda sendiri, untuk menentukan masa depan anda. Dan pada akhirnya penulis mengajukan pertanyaan kepada anda sekalian, mungkinkah anda bisa hidup tanpa televisi?

  1. vonny
    July 14, 2008 at 1:56 am

    duh gua setuju banget secar nonton itu bkn kecanduan
    kaya sdr gua kita kan langganan indovision yach ampun dari senen mpe jumat kerjaannya di depan tv kluar rumah cuma saat sbt minggu krn hari sbt minggu tuh acaranya diulang bayangkan segitunya.

    juga bikin kita males ga bergerak mkn di depan tv tidur di depan tv. bikin mata ga sehat juga apalagi badan krn tidak kurang bergerak.

    anak kecil juga lebih baek belajar langsung di alam belajar sosialisasi sama anak kecil lainnya jadi bisa ngembangin emosi mereka.

    menurut gua sih.

  2. September 10, 2008 at 5:21 am

    di satu sisi saya sepakat bahwa dengan TV kita akan menambah banyak informasi berguna uk di nikmati, di sisi lain TV juga memiliki peluang untuk meneruskan contoh kejahatan yg di siarkan,…sepertinya memang kita sedikit ambigue dengan media yang satu ini,…

    dedy

  1. No trackbacks yet.

Please kindly Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: