Home > 808831 > sedikit chit chat mengenai peraturan la-lin yang baru

sedikit chit chat mengenai peraturan la-lin yang baru


Sedikit FAQ mengenai peraturan La-Lin yang baru

Q: kenapa sih musti nyalain lampu untuk motor kalau jalan siang hari??? bukannya boros aki??? kan jakarta terang benderang, malah cepet makan umur lampu motor, kalau diluar negeri yang ada salju/kabut sih wajar. Jakarta geto loooh, yang ada paling panas doang. sama banjir apa ada hubungannya dengan supplier lampu motor dan aki motor???

A: Karena motor sering kali tidak terlihat oleh kaca spion kendaraan roda 4 atau lebih, dan sering tiba tiba muncul, sehingga sering tidak terlihat dari kaca spion, jadi tujuannya untuk menghindari tertabraknya motor tersebut,bukan cuman lampu saja, tapi menurut uu no.22 tahun 2009 motor juga musti berjalan di jalur kiri di jalan protokol.

Kalau bicara lampu atau accu sih ngak ada hubungannya, lampu motor itu murah cuman sekitar 5000 rebu rupiahan, dan untuk accu, motor itu perlu accu hanya untuk mnstarter motor sebenarnya, karena kalau sdh nyala itu mesin maka justru accu itu di isi listriknya oleh mekanisme kelistrikan di motor, makanya accu motor lebih sering tekor/mati di kendaraan yang justru jarang dipakai.

Q: Penjelasan masuk akal Om Iyus, hanya lampu ya yang orsi 25rb bukan 5rboh ya kalau gitu lampunya kan ada 3 macam untuk motor saya, lampu biasa, lampu terang dan lampu dim, kalau pakai lampu biasa sudah boleh atau tidak?

A: Ngak usah cari yang ori kalau putus cari aja yang merek Riley kalau ngak salah cuman goceng kecuali kalau mau cari yang LED memang rada mahal tapi ngak guna juga yang ada bikin silau mata. Yang digunakan sebaiknya lampu terang bukan lampu biasa (Lampu kecil/Lampu Senja) atau bukan juga Lampu DIM.Karena fungsinya sebetulnya demi keselamatan kita juga agar pengguna jalan lainnya tahu bahwa ada kendaraan kita dijalan tersebut.

Q: Next question, kenapa kalau belok kiri kalau tidak ada tulisanboleh langsung, tidak boleh belok??? bukannya ini malah jadipenyebab kemacetan??? karena yang saya lihat kalaupergi kekantor dan pulang ke kantor semakin banyak lampu lalin,semakin lama sampainya karena banyak berhentinyaapa ada hubungannya dengan asongan?? karena kalauasongan biasanya dilampu merah,

A: Justru kalau belok kiri boleh langsung lebih banyak macetnya karena justru menghambat jalur yang mendapat giliran lampu hijau, yang seharusnya lurus dari jalur kanan justruterhambat karena adanya kendaraan yang belok kiri boleh langsung. dan sering pula kendaraan yang mau lurus justru berhenti di jalur paling kiri, sehingga kalau belok kiriboleh langsung maka kendaraan yang belok kiri pasti bunyiin klakson.

untuk masalah asongan mah kembali ke pemakai jalan, sama dengan pengemis, kalau banyak yang beli untuk asongan, atau banyak yang ngasih untuk pengemis maka asongan dan pengemisngak bakalan berkurang, padahal perdanya sudah ada, tapi yach itu dilanggar atas nama kemanusiaan cari makanlah, kasihanlah pengemis…..itulah Indonesia, jadi jangansalahkan undang undangnya, atau petugasnya karena pemakai jalan juga ikut andil memelihara asongan dan pengemis ada di jalanan.

Q: ini masuk akal, akan saya sosialisasikan dimulai dari diri sendiri. kecuali kalau lampu lalinnya mati bagaimana? boleh langsung atau bagaimana?

A: Kalau lampu Lalin nya mati biasanya ada arahan dari petugas, namun kalau tidak ada petugasnya yach kita lihat situasi dan kondisinya, kalau bisa lewat silahkan tapi perlahan lahan dengan memperhatikan keselamatan dan arah lalu linta dariarah lainnya. jangan asal serobot, apalagi kalau motor, karena kadang2 angkutan umum itu jalan dan berhenti hanya supir dan Tuhan yang tahu….hehehheehe yang penting waspada dan hati hati….

Q: yakin supirnya tahu? kadang-kadang supirnya juga gak tahu mo berenti di mana. next question, kenapa sih musti pakai helm yang SNI??? kalau helm impor yang lebih bagus tapi gak sni kena tilang juga gak??/ bagaimana tahu helm SNI nya orisinil, sayasudah beli helm SNI, tapi koq kayaknya ada yang gambar tempel, ada juga yang sablonan doang…… kalao yang palsu sama aja dongapa ada hubungannya dengan supplier helm SNI?

A: kalau helm import belum SNI berarti itu helm tidak resmi atau bisa dibilang helm selundupan atau ngak ada Importir resminya, karena kalau ada importir resminya atau ATPM nya, maka ATPM nya pasti ngurusin ijin SNI nya, sama aja kayak obat kalau yang import walaupun mungkin lebih bagus tapi pasti ngak ada kode POM nya, dan isinya kualitas maupun kuantitasnya ngak bisa dipertanggung jawabkan.

Kalau masalah tempel menempel stiker SNI, kembali lagi ke habbits dari produsen dan konsumennya, selama konsumennya nuntutnya murah melulu yang jangan salahkan kalau adaprodusen yang mencoba mengeruk keuntungan dengan cara curang yaitu memalsukan stiker SNI, yach tahu sendirilah di Indonesia surga dari pemalsuan, pembajakan, dan manipulasi.
dari Buku Lokal, Import sampai VCD/DVD Bajakan, games bajakan, sampai komputer rakitan, dari yang aspal sampai yang betul betul palsu yang mirip dengan aslinya adanyacuman di Indonesia, walaupun made in nya China.

Q: oh i see… kalau gitu beli palsu apa orsinya tergantung dari niat dasarnya saja, mau pakai helm yang standar beneran atau standar bodong. tapi kalau bodong gak ditilangkan om?

A: Biasanya Petugas tidak menilang hanya dari stiker SNI saja, tapi dilihat juga apakah helm tersebut full face dan bisa dilihat dari luar apakah helm tersebut bagus dan dapat melindungi maka biasanya petugas ngak akan iseng main setop sembarangan. kecuali kalau kita pakai helm proyek helm cetok, nah itu bisa di stopin tuh…..

Q: Ok, ngerti Pak, Last question, kenapa kalau motor harus juga uji emisi? bukankahyang paling banyak mengeluarkan asap hitam itu mobil angkutan /mikrolet/kopaja ????apa ada hubungannya dengan supplier alat uji emisi?

A: Semua kendaraan sebenarnya harus lulus uji emisi, ngak terkecuali, memang untuk tahap awal adalah kendaraan roda 4 atau lebih, memang bener angkutan umum sebagian besar mengeluarkan asap hitam, tapi untuk mengketatkan uji emisi kepada angkutan umum, tidak semudahitu, apakah moda transportasi penggantinya sudah siap, kalau semua angkutan umum dikandangin karena ngak lulus uji emisi ? nanti imbasnya ke masyarakat juga yang membutuhkanangkutan umum, makanya kadang2 undang undang dan pelaksanaannya sering tarik ulur, karena yach itu tadi alasan masyarakatnya lah belum siap, belum di sosialisasilah, dan segala macam alasan lainnya, sehingga seperti lingkaran setan saja.

Untuk motor setahu saya tahap awal adalah dengan mengurangi produksi motor 2 Tak yang terbukti lebih berpolusi, makanya sekarang kalau ke dealer motor sudah jarang ketemu motor RX King baru, atau Satria 2 Tak, F1Z, atau motor2 2 Tak lainnya, sementara Kawasaki memang masih ada ninja 2 Tak tapi teknologi yang di usung sudah lulus euro 2 (Ambang Batas emisi di eropa) dengan teknologiyang terbaru tentunya yang harganya makanya mahal tuh Ninja 2 Taknya Kawasaki.

Q: hmmmm bener sih, kasihan juga masyarakatnya kalau angkutan umumnya kena uji emisi. untuk uji emisi motor bagaimana? apakah jika ingin melakukan perpanjangan pajak harus melakukan uji emisi? bukankah ini akan menciptakan “lahan basah” baru?

A: Ini baru wacana, karena payung hukumnya belum dibuat oleh wakil wakil rakyat baik di DPR maupun DPRD, dan stiker uji emisi pun baru diberlakukan di kendaraan roda 4 atau lebih, untuk motor belum,dan itupun masih belum ada payung hukumnya, jadi kalau ada yang ditilang karena belum ada stiker uji emisi tanyakan dasar hukumnya apa ?kecuali dalam waktu dekat sudah keluar undang undang atau peraturannya.Kalau masalah lahan basah kembali lagi ke “Oknum” ngak usah gara gara uji emisi, hal lain juga bisa dibilang basah, seperti SIM, STNK, dan lainnya…….kembali lagi ke masyarakatnya apakah mau seperti ini terus, korupsi terjadi dimana mana ??

Q:  terima kasih atas tanggapannya, setidaknya saya sudah bisa memaklumi fungsi peraturantersebut jadi gak ada perasaan penasaran (hihihihi kayak hantu penasaran saja)

Categories: 808831
  1. June 4, 2014 at 8:27 am

    Exceptional post but I was wondering if you could write a litte more on this subject?

    I’d be very thankful if you could elaborate a little bit further.
    Kudos!

  1. No trackbacks yet.

Please kindly Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: